Namun ketika ditanya perihal nama-nama mereka anggota dewan yang hobi bolos itu, Marzuki Alie enggan mengungkapkannya secara tetus terang.
“Cukup tahulah. Saya kan ketua DPR yang memimpin rapat, saya tahu semuanya,” jawab Marzuki ketika ditanya nama-nama anggota DPR yang hobi bolos, pada hari Selasa (13/12/2011).
Marzuki mengeluhkan ada banyak anggota DPR yang menipu absensi saat sidang paripurna. “Absennya ada, orangnya nggak ada. Ada yang di paripurna absennya 100 persen, tapi nggak pernah masuk 100 persen,” keluhnya.
Pemandangan Ruang Rapat DPR yang lebih sering terlihat kosong :
Oleh karena itu, menurut Marzuki, para pimpinan DPR telah sepakat untuk melakukan absensi dengan metode fingerprint (cap jempol di atas alat pembaca sidik jari). Dengan cara ini, diharapkan para anggota DPR akan hadir saat pengambilan keputusan dalam sidang-sidang. “Absen seperti apa yang diberikan kalau absennya bodong? Bahwa banyak anggota yang menolak saya nggak ngerti apa alasannya,” kata Marzuki Alie serius.
“Disebut buruh? Loh selama ini kan tanda-tangan tulis nama. Apa bedanya. Buruh pakai absen yang jelek kok. Orang-orang hebat, gedung mewah pakai IT. Saya nggak tahu apa beda absen tangan dengan absen IT, dan itu disebutkan dalam tata tertib supaya manakala partai minta laporan, laporan itu betul,” ujar Marzuki menjelaskan.
Akirnya Marzuki Alie berharap agar anggota dewan memahami niat baik pimpinan DPR. “Lembaga ini ada aturan supaya kita tidak menjadi liar. Tanggung jawab dengan pemilih. Partai mau mecat datanya apa? Partai kan minta data,” kata politisi dari Palembang, Sumatera Selatan ini.




0 comments:
Post a Comment